Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Radikalisme Moral yang Hilang dalam Pemberantasan Korupsi

Radikalisme Moral yang Hilang dalam Pemberantasan Korupsi

... Jarang yang bertanya mengapa pejabat yang ngurusi agama dan hukum kok bisa-bisanya ikut korupsi, tidak jujur, terima cuan haram, mengotori sumpah pada kitab suci, hidup makmur dan naik pangkat terus... Awalnya saat nerima ujian pendidikan, yang awalnya bisa saja jujur tidak ngasih cuan haram, tapi saat lulus dan penempatan pejabat dan penegak hukum dimulai... dan itu bisa berlangsung seterusnya bisa sampai pada saat penyelidikan, penyidikan, penuntutan sampai tingkat tertinggi yang semuanya mengatasnamakan Tuhan Yang Maha Esa... Jadi tanpa gelontorkan angpao-cuan haram, seseorang tidak bisa ikut pendidikan karir lajutan, tidak dapat kasus-kasus perkara besar, proyek-proyek basah cuan, dan karir pun seadanya... Jika Mas Prabowo Subianto ingin memberantas korupsi sampai ke-kutub Utara, peta korupsi seperti ini harus diubah, tentunya harus radikal sesuai nilai-nilai luhur bangsa Pancasila... 🇲🇨 Bambang Sulistomo 🇲🇨🇲🇨11/01/2026 🇲🇨🇲🇨🇲🇨 Saya jadi tahanan dua tahun, Bapak saya satu tahun tanpa diadili, tapi bukan urusan cuan haram, tapi resiko politik kekuasaan

Posting Komentar untuk "Radikalisme Moral yang Hilang dalam Pemberantasan Korupsi"