Polemik Kekuasaan dan Kepercayaan Publik
... Kebohongan tentu akan merugikan si pembohong itu sendiri... Mas Prabowo Subianto tentu pusing berat jika langkahnya dianggap selalu diatur-atur oleh Jokowi... Jika diatur demi kemajuan bangsa sih gak masalah, tapi jika diatur dengan tudingan dan polemik, seperti pengakuan sahabatnya Yaqut Cholil Mantan Menteri Agama (Menag), yang minta si Menag harus gungsi ke Paris yang disebut-sebut diduga atas permintaan Jokowi. Kemudian pernyataan mantan Ketua KPK Agus Rahardjo yang mengaku pernah diminta nyetop perkara Setya Novanto (mantan Ketua DPR RI) juga diduga oleh Jokowi (kompas.com); pernyataan yang membantah terlibatnya Jokowi dalam perubahan UU KPK yang sempat berkembang di ruang publik... dsb... dsb... Belum termasuk polemik mengenai laporan dugaan ijazah bodong yang sempat ramai diperbincangkan, yang menurut sebagian pihak belum dijelaskan secara tuntas. Jadi banyaknya kasus-kasus yang nimbulkan kecurigaan itu makin berkembang luas, seolah-olah penegak hukum tidak mampu beri contoh penegakkan hukum pada rakyat, pantesan koruptor-koruptor maling barengan oknum penegak hukumnya makin berani ngumpulin cuan dan angpao haram 🇲🇨 Bambang Sulistomo 🇲🇨🇲🇨 26/02/2026 🇲🇨🇲🇨🇲🇨 Seharusnya Mas Jokowi bisa beri contoh bagaimana taat dan hormat pada negara hukum 😎

Posting Komentar untuk "Polemik Kekuasaan dan Kepercayaan Publik"